Kompilatwit dari Master Instructure of Hitman System, Lex De Praxis. Bagi pasangan yang sudah atau akan menguatkan hubungannya dengan pernikahan, kompilasi ini sangat bermanfaat. Selamat membaca.
—
Cinta itu bersyarat, artinya tidak akan muncul jika tidak ada yang ‘menanam’ investasinya. Makanya legalitas bernama pernikahan. Agar pasangan TERIKAT JANJI secara hukum untuk saling berinvestasi demi ‘rasanya’ terus ada. Karena secara insting genetik, sebenarnya manusia TIDAK diciptakan untuk hubungan reproduksi satu-untuk-selamanya alias monogami.
Euforia ‘jatuh cinta’ memudar setelah sekian bulan, dan rasa ‘passionate love’ pun alamiah memudar saat memasuki tahun ke 4. Memang ada sejumlah perbedaan pendapat antar para peneliti tentang kapan ada pemudaran cinta. Ada yang tahun kedua, tahun ketiga, dsb.
Tapi intinya mereka semua setuju bahwa rasa ‘cinta’ itu akan memudar setelah tahun kesekian. Tergantikan dengan bentuk cinta yang lain. Bentuk cinta yang lain itu adalah rasa ‘cinta yang dewasa’, tidak lagi selalu meluap-luap dalam gairah ataupun penuh keintiman.
Saat ‘cinta yang dewasa’ itu, seringkali orang salah kaprah menyangka tidak cinta lagi, makanya banyak perceraian di tahun ke 3-5. Saat ‘cinta yang dewasa’ itu, masing-masing pihak juga MUDAH terpancing ‘jatuh cinta’ dan ‘gairah cinta’ dengan pihak ketiga.
Kondisi itu MEMANG alamiah. Karena secara kode genetik, manusia memang TIDAK diciptakan untuk satu pasangan selamanya. Nah kecenderungan itu membuat manusia terlihat begitu dangkal, rendah, dan sulit dibedakan dari dunia binatang.
Karena SADAR akan kecenderungan itu dan berusaha (semakin) membedakan diri dari binatang, manusia ciptakan norma budaya dan religi. Nah salah satu item dari norma atau religi itu adalah diciptakannya konsep institusi atau legalitas yang bernama pernikahan.
Pernikahan adalah bentuk ikatan normatif yang dibuat manusia untuk membantu dirinya agar TIDAK berperilaku seperti binatang. Manusia sadar bahwa RASA CINTA itu TIDAK KEKAL, bukan ikatan yang cocok untuk pastikan hubungan jangka panjang (tidak seperti binatang).
Diciptakanlah institusi atau legalitas pernikahan, yaitu PERJANJIAN MENGIKAT DIRI yang berbasis pada keSADARan, bukan peRASAan. Jadi pernikahan adalah UPAYA MANUSIA supaya tidak menyerah pada insting atau kodifikasi genetik kita yang cenderung poliamori atau poligami.
Pentingkah pernikahan? penting! menurut saya itu adalah salah satu konsep terpenting dalam sejarah kreatifitas manusia. Kita perlu konsep pernikahan untuk MEMANUSIAKAN diri dan MEMBANTU kesehatan pembangunan manusia di masa depan.
Nah yang BEGO adalah justru jaman sekarang banyak orang menjalani pernikahan berdasarkan RASA cinta-cintaan. Itu KETERLALUAN begonya. Wahai married couples, yang mengikat kalian satu sama lain BUKANLAH rasa cinta, tapi KOMITMEN JANJI untuk menjaga kebersamaan.
Dalam pernikahan, kalian terikat janji. So lakukanlah janji itu dengan setia, maka rasa cintanya pun bs jadi terawat dan terjaga!
Artinya kalau kamu merasa cinta pudar dari kekasih atau suami, itu artinya KAMU yang BERHENTI bersikap SESUAI JANJI di awal hubungan. Rasa cinta pudar dan hubungan hambar? Ingat janji kamu dulu, biasanya karena kamu yang ingkar.
Bagaimana jika sudah terlanjur hambar seperti itu, bisakah diperbaiki? BISA. perceraian BUKANLAH jalan keluar!
cinta itu cuma BUAH dari hubungan kalian. Kalau mau terus berbuah, ya DIJAGA komitmennya dan DIBANGKITKAN lagi kebiasaan awal. Jadikan rasa cinta sebagai PENGHARGAAN dan PERAYAAN atas jerih payah kalian MENJAGA janji komitmen. Bukannya sebagai TANDA PENGIKAT!
Saya percaya konsep institusi pernikahan jauh lebih PENTING dan BERGUNA daripada konsep religi dan ketuhanan. Pelihara janji investasi Anda, bantu kekasih lakukan hal yang sama. Maka kalian akan diberkati cinta selamanya, tidak peduli siapa tuhannya!
Penikahan (dan hubungan cinta apapun) langgeng BUKAN karena cinta, tapi karena KOMITMEN INVESTASI dari kedua orangnya.
—
Mari mencerdaskan dan mengharmoniskan kehidupan bangsa!

Rizal Yan


