Kompilatwit yang sederhana dan kalau tidak diperhatikan akan sangat fatal. Dari pemilik akun twitter @RIZALYAN yang lagi menggandrungi kategori Kompilatwit blog RIZALYAN.com.
- Sekadar ngingetin aja ya, kata “di” untuk #katakerja tu disambung. #misal “diremes”, “ditindih”, “ditusuk”.
- Lain halnya dg “di” yang nunjukin tempat. Harusnya dipisah. #misal: “di ranjang”, “di kamar”, “di kursi”.
- #Contoh penggunaan “di” yang kompleks dan tepat sesuai KBBI, seperti: “ditindih di ranjang”
- Penggunaan kata sambung “di”, meskipun sepele, ini menunjukkan kualitas Anda! (paling tidak dalam menulis)
- Meskipun hanya nulis di #twitter, pakailah kata sambung “di” dg tepat! Seenggaknya biar keliatan #pwintter ngono lho…
- Ya, aku sih cuma ngingetin. Mumpung masih di twitter. Kalo udah di dunia kerja (/apapun kerjanya), malu lho ntar…
- OK, saya ulangi ya untuk penggunaan kata sambung “di” dengan benar.
- #1. “di” + kata kerja = disambung. Contoh: dikeplak, dijotos, dibully, dll deh cari sendiri.
- #2. “di” + nama tempat = DIPISAH. Contoh: di Jogja, di Kampus, di sawah, mana lagi? cari sendiri deh ya…
- Itu masalah segmentasi, udah jam segini soalnya :p RT @nabawy: RIZALYAN bro, kog contohnya ditusuk, diremas gitu sih? (¯?¯?)
Semoga membantu menyadarkan Anda dari hal yang sepele ini.
Mari mencerdaskan dan mengharmoniskan kehidupan bangsa.

Rizal Yan



thanks bro..