Senin, 9 April 2012
Hari ini saya kehilangan handphone saya, Samsung Galaxy Y warna putih.
Saya masih ingat betul pagi sekitar jam 5 saya masih mengirim pesan pada ibu, adik dan pacar saya. Kemudian tidur pagi karena malamnya saya menggunakan waktu tidur saya untuk membaca beberapa buku. Saya bangun lagi jam 10.
Bangun dari tidur, saya mencari handphone di sekitar tempat tidur. Biasanya terletak tidak jauh dari saya. Pintu kamar terkunci dan jendela kamar tebuka. Saya membereskan tempat tidur saya dan tidak menemukannya. Saya melakukan panggilan ke nomer yang terpasang di handphone tersebut, tapi selalu saja terdengar “tut… tut… tut… tut…” seperti direject atau suara wanita, “maaf nomer yang anda tuju dengan tidak aktif atau berada di luar jangkauan”.
Saya melakukan tracking dengan samsung dive, walau lama loadingnya saya tetap sabar menunggunya. Saya tidak mendapatkan hasil seperti yang saya inginkan seperti saat saya mencoba pertama kali samsung dive.
Aku tau saat aku mengikhlaskan sesuatu yang berpindah tempat, aku pasti akan mendapatkannya kembali. Persis seperti apa yang ibu saya bilang, saya pun sering menerapkannya pada kehidupan sehari-hari.
Apa yang hilang sebenarnya tidak benar-benar hilang, ianya hanya berpindah tempat tanpa sepengetahuan kita. Jika menurut Tuhan itu adalah baik untuk kita maka biarkanlah apa yang berpindah tempat menjadi lebih berguna untuk siapapun dan dimanapun berada. Tapi jika memang itu baik untuk kita-menurut Tuhan-, ianya pasti akan segera kembali.
Mari bersama mencerdaskan dan mengharmoniskan kehidupan bangsa!

Rizal Yan



saya masih inget waktu dulu curhat sama orang masalah dress kesayangan yang kelunturan. terus orangnya bilang kira2.. “kalo kita kehilangan sesuatu berarti kita bakalan dapet sesuatu yg lebih baek..”
btw buat keamanan HP *kalo suatu saat punya Andorid lagi* coba instal Anti Theft
iy bnr bget…
mdh2an dpt gnti ny lebih2 bro