Jum’at malam 06 april 2012 di nangka 3.
Aku sedang menikmati buku yang baru aku beli, seperti biasanya nangka 3 selalu di warnai dengan suara merdu dari timur. Ambon manise.
Beberapa lagu mereka nyanyikan, saat buku mulai tidak lagi tergoda untuk aku baca, aku mendengar lagu daerah Ambon yang belum pernah aku dengar sebelumnya. Aku memutuskan keluar kamar untuk untuk cuci muka.
Mereka berhenti menyanyi ketika mendengar suara langkah dan melihatku keluar mendekat. Tampak @artsiders memenggang gitar duduk di kursi panjang depan pintu masuk, suara satu. Suara dua di sebelah @artsiders ada cowok berkacamata yang pernah aku lihat 2 hari yang lalu saat pengajian 40 hari meninggalnya bapaknya Ari, salah satu teman penghuni nangka 3.
Suara tiga, @zha_cadel berdiri dan menyanyi, dia dulu adalah penghuni nangka 3 tapi sekarang ngekost di jalan kaliurang. Tapi dia masih sering main di nangka 3.
Suara empat, @AghilMezaluna yang duduk di bawah samping meja, tangan kiri sibuk skrol-skrol blackberry-nya. Jari telunjuk dan jari tengah tangan kanannya mengapit sebatang rokok yang menyala dan berasap tentunya.
Suara hantu (kata Aghil), @ThamZone, duduk di motor jupiter MX warna orange parkir di bawah pohon kenanga dekat pagar.
Tepat diantara pintu dan kursi panjang tadi aku bertanya pada @zha_cadel, “kalian tadi nyanyi apa?”. Meraka mengulang bagian reff-nya,
“Kenangan yang terindah
dari Batu Merah sampai di Soya
Kiri kanan jurang bere-bere sayang….
Katong toma…”
Aku kembali bertanya, “Toma artinya apa?”
“Toma itu maju”, jawab @artsiders,
“Ayo nyanyi lagi, Ijal mau dengar!” lanjutnya.
Aku mencuci muka di keran yang berada di pojok kanan depan kost, mereka melanjutkan lagu yang menarik tadi.
“Kenangan yang terindah
dari Batu Merah sampai di Soya
Kiri kanan jurang bere-bere sayang….
Katong toma…”
Aku mendengar dengar ketertarikan dan bertepuk tangan saat mereka menyelesaikan lagunya. Aku kembali bertanya pada mereka, “Soya itu apa?”. “Soya itu nama daerah Jal” sahut @ThamZone dengan senyumnya yang khas. “Oh…” aku mengangguk.
“Kalo Berebere?”
“Itu naman daerah juga”, jawab @ThamZone lagi.
“Itu lagunya gimana sih ceritanya?”
“Itu tu cowok mau ke rumah ceweknya lewat jurang”
Mereka menyanyikan lagu itu lagi. Aku mendengarkan dengan seksama. Aku mencoba mencerna. Aku menerjemahkan ke dalam bahasa indonesia kata demi kata dalam hati. Aku tidak ingat betul apa yang mereka nyanyikan, tapi aku bisa menyimpulkan kisah cinta yang mereka nyanyikan.
“Oh jadi itu ceritanya ada cowok dari Batu Merah mau ke rumah ceweknya di Soya lewat Berebere dengan jurang di tepinya?”
“Iya bener!”
“Oh iya, ini siapa namanya” aku bertanya pada cowok yang duduk di samping @artsiders Tadi.
“Irsyal!” dia mengenalkan diri dan menyambut jabat tangan.
“Ini kakaknya Afif Zal” Sambung @artsiders.
Aku berseru dengan suasana berbahagia…
“Ayo nyanyi lagi!”


